10+ Kesalahan dalam Membuat Website yang Harus Dihindari

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kamu baru saja meluncurkan website alias sedang dalam proses membuatnya?

Hati-hati, ada banyak kesalahan dalam membikin website nan sering terlewat oleh pemula dan berakibat negatif.

Kenali kesalahan-kesalahan ini agar Anda bisa menghindarinya dan membikin website nan efektif, yuk, GudPeople!

Hal-Hal nan Wajib Ada pada Website Baru!

1. Nama Domain nan Jelas

Pertama, pilih ekstensi domainmu, misal .COM, .ID, .CO.ID, dll.

Kemudian, pilih nama domain nan pendek agar lebih mudah diingat, diketik, dan dibagikan. Jangan terlalu panjang alias rumit.

Hindari menggunakan kata-kata nan susah dieja alias diucapkan. Jika orang salah mengeja, mereka tidak bakal menemukan situsmu.

Hindari juga menggunakan nomor tanda hubung (-) jika tidak betul-betul diperlukan, lantaran bisa membingungkan.

Nama domain sebaiknya mencerminkan topik, layanan, alias brand kamu. Jadi, visitor memahami tentang apa situsmu, apalagi sebelum membukanya.

2. Hosting nan Andal & Aman 

Sebelum memilih hosting, sebaiknya kenali dulu kebutuhan websitemu.

Apakah ini blog pribadi, toko online, situs perusahaan, alias forum?

Sebab, toko online biasanya butuh resource lebih besar dan keamanan ketat.

Selain itu, perkirakan juga trafiknya. Berapa banyak visitor nan Anda harapkan per bulan? 

Pilih hosting nan kira-kira bisa menangani perkiraan trafiknya.

Terakhir, hosting juga kudu mendukung platform web nan Anda gunakan, misal WordPress, Joomla, Drupal, dan lainnya.

3. Desain nan Responsif

Tampilan website kudu menyesuaikan diri secara otomatis dengan beragam ukuran layar dan orientasi perangkat nan digunakan oleh pengunjung, baik saat dibuka di layar desktop, laptop, tablet, dan smartphone.

Mengapa kreasi responsif sangat krusial bagi website?

Sebab, sebagian besar orang mengakses internet melalui smartphone dan tablet.

Kalau website tidak tampil baik di perangkat mobile, Anda bakal kehilangan pengunjung.

4. Navigasi nan Intuitif

Buat struktur menu nan logis dan mudah dipahami. 

Pengunjung kudu bisa menemukan laman nan mereka cari tanpa kebingungan.

5. Konten Berkualitas

Konten bukan sekadar teks alias gambar nan mengisi laman web.

Namun, kudu sesuai dengan minat, kebutuhan, pertanyaan, alias masalah nan dihadapi sasaran audiens.

Plus, sejalan dengan konsentrasi alias niche utama websitemu. 

Konten nan tidak relevan bakal membingungkan visitor dan mesin pencari.

6. Halaman Kontak & Informasi Bisnis alias Personal

Sediakan langkah nan mudah bagi visitor untuk menghubungimu.

Kamu bisa mencantumkan info kontak di footer alias membikin menu About Us / Tentang Kami.

Kontak kudu mencakup alamat email, nomor telepon, alias alamat bentuk jika perlu.

Selain kontak, Anda juga sebaiknya menulis info singkat mengenai pribadi alias bisnismu.

Halaman ini membantu membangun kepercayaan dengan pengunjung.

8. Keamanan Dasar (HTTPS)

Lindungi websitemu dan info visitor dengan menggunakan sertifikat SSL. 

Sertifikat ini bakal memunculkan HTTPS di awal alamat web dan ikon gembok di browser.

Gunanya agar visitor merasa lebih kondusif dan percaya saat menjelajahi website kamu.

Beberapa Kesalahan dalam Membuat Website!

1. Tidak Punya Tujuan nan Jelas

Kamu membangun website tanpa tahu apa sasaran utamanya.

Apakah untuk menjual produk, memberi informasi, mengumpulkan lead, alias membangun komunitas? 

Tanpa tujuan nan jelas, websitemu bakal kehilangan arah.

2. Desain nan Tidak Profesional 

Tampilan website adalah kesan pertama. 

Desain nan amatir, berantakan, warnanya tidak serasi, alias font-nya susah dibaca bisa membikin visitor langsung pergi dan meragukan kredibilitasmu.

3. Mengabaikan Pengguna Perangkat Mobile

Saat ini, kebanyakan orang mengakses internet via smartphone

Jika website tidak mobile-friendly, Anda bakal kehilangan sebagian besar visitor dan ranking di mesin pencari.

4. Navigasi nan Membingungkan

Pengunjung kudu bisa menemukan apa nan mereka cari dengan mudah dalam beberapa klik saja. 

Struktur menu nan tidak jelas bakal membikin mereka frustasi. Belum lagi jika banyak link rusak/tidak bisa dibuka.

5. Kecepatan Website Lambat

Rata-rata pengguna internet tidak sabaran. 

Kalau website tidak bisa dimuat lebih dari 3 detik, sebagian besar visitor bakal menutupnya sebelum konten tampil. 

6. Mengabaikan SEO (Search Engine Optimization)

Kamu punya website keren tapi tidak ada nan bisa menemukannya di Google?

Sia-sia.

Sebab itu, Anda perlu menerapkan SEO.

Minimal melakukan optimasi on-page, seperti riset kata kunci, optimasi titel laman (title tag) dan meta deskripsi, penggunaan heading (H1, H2, dst.), dan optimasi gambar (alt text).

7. Konten nan Tidak Berkualitas alias Jarang Diperbarui

Konten adalah jantung website. 

Jika kontenmu tipis, tidak relevan, penuh kesalahan ketik, alias sudah kedaluwarsa, visitor tidak bakal punya argumen untuk kembali lagi.

Sebaiknya lakukan audit konten secara teratur, perbaiki kesalahan, perbarui informasi, dan nan terpenting.. buatlah konten nan betul-betul bermanfaat.

Bukan sekadar menambah jumlah semata.

8. Tidak Ada Call-to-Action (CTA) 

Apakah Anda mau visitor melakukan sesuatu? 

Misalnya, membeli produk, mendaftar newsletter, alias menghubungimu.

Jika iya, beri tahu mereka dengan jelas! 

Gunakan kata kerja tindakan nan kuat dan spesifik di dalam CTA, seperti ‘Beli Sekarang’, ‘Daftar Gratis’, alias ‘Unduh Panduan’, agar visitor tahu persis apa nan kudu dilakukan. 

Teks CTA juga kudu singkat, padat, dan mudah dipahami. 

Lebih bagus lagi jika Anda menyebut faedah langsung nan bakal mereka peroleh, contohnya ‘Dapatkan Diskon 15%’ alias ‘Mulai Uji Coba Gratis’.

Namun, teks bagus saja tidak cukup. 

Kalimat CTA juga sebaiknya mempunyai visual menarik.

Buat kreasi tombol CTA nan menonjol menggunakan warna kontras dengan latar belakang halaman. Pastikan ukurannya cukup besar.

Letakkan di letak strategis, biasanya setelah penjelasan faedah alias di akhir halaman. 

Tombol CTA kudu mudah dilihat dan diklik dengan nyaman, terutama di perangkat mobile

9. Menganggap Remeh Keamanan Website

Banyak pemilik website tetap kurang peduli terhadap keamanan info pengunjungnya.

Padahal, keamanan info adalah tanggung jawab besar. Bila bocor, reputasi pemilik website bakal tercoreng. 

Sebab itu, instal sertifikat SSL guna mengaktifkan HTTPS dan memberikan lapisan keamanan dasar bagi website.

Beli sertifikat SSL dari penyedia terpercaya, seperti GudangSSL alias Certificate Authority (CA) langsung.

GudangSSL sendiri menyediakan SSL dari beragam CA ternama, seperti Sectigo, AlphaSSL, Globalsign, dan banyak lagi. Pilih sesuai kebutuhan websitemu, ya.

PILIH SSL-MU SEKARANG!

10. Informasi Kontak Sulit Ditemukan & Dihubungi

Sudah menambahkan info kontak? Bagus! 

Tapi, apakah betul-betul bisa dihubungi? Ini kesalahan membikin website nan tak kalah banyak dilakukan.

Jangan membikin visitor kesulitan saat mau menghubungimu. 

Selalu uji coba blangko kontak, pastikan email aktif menerima pesan, dan nomor telepon nan tertera betul-betul bisa dihubungi.

Tempatkan info kontak ini di area mudah terlihat, seperti di laman Kontak khusus, footer, dan nomor telepon utama di bagian header.

11. Terlalu Banyak Iklan alias Pop-up

Kami paham, monetisasi memang sangat penting.

Namun, jika iklan alias pop-up muncul berlebihan hingga mengganggu pengalaman membaca, visitor bakal merasa terganggu dan pergi.

Alhasil, trafik websitemu menurun drastis.

Kalau mau memasang iklan alias pop-up, selalu utamakan kenyamanan pengunjung. 

Caranya, batasi jumlah iklan nan tampil di satu laman dan pilih penempatan nan strategis. 

Misalnya di sela-sela konten alias di sidebar, bukan menutupi tulisan utama.

Khusus untuk pop-up, hindari menampilkannya begitu visitor baru tiba di halaman. 

Atur agar muncul setelah beberapa waktu, berasas kedalaman scroll, alias saat visitor menunjukkan niat bakal keluar (exit-intent).

Jangan lupa batasi gelombang kemunculannya untuk setiap visitor dan sediakan tombol ‘close’ (X) nan terlihat jelas dan mudah diklik, terutama di perangkat mobile.

12. Tidak Memasang Alat Analitik

Bagaimana tahu performa websitemu jika tidak melacaknya? 

Kamu tidak bakal tahu berapa banyak visitor nan datang, dari mana asalnya, konten apa nan paling mereka sukai, alias gimana perilaku mereka saat berada di website.

Sebab itu, instal Google Analytics di websitemu agar tahu semua info krusial tersebut.

Caranya, Anda perlu membikin akun Google Analytics, mendapatkan Measurement ID (misal: G-XXXXXXXXXX) alias kode Global Site Tag (gtag.js), lampau tambahkan ke website. 

Ini bisa dilakukan dengan mengedit langsung kode tema, menggunakan plugin Site Kit by Google di WordPress, alias melalui Google Tag Manager.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Kesalahan dalam Membuat Website?

1. Manfaatkan Google Analytics

Perhatikan metrik seperti:

  • Bounce Rate: Persentase visitor nan pergi setelah hanya memandang satu halaman. Angka tinggi bisa berfaedah konten tidak relevan alias loading lambat.
  • Time on Page: Durasi rata-rata visitor di satu halaman. Waktu singkat menandakan konten kurang menarik.
  • Exit Pages: Halaman terakhir nan dilihat visitor sebelum meninggalkan situs. Kalau banyak nan keluar dari laman penting, mungkin ada masalah di sana.

2. Uji Kecepatan Secara Berkala

Gunakan tool online, seperti Google PageSpeed Insights alias GTmetrix

Masukkan URL websitemu, dan tool ini bakal memberi skor kecepatan serta saran teknis untuk perbaikan. 

Misalnya, mengecilkan gambar alias memperbaiki kode.

3. Tes di Berbagai Perangkat 

Buka websitemu menggunakan beberapa smartphone, tablet, dan ukuran layar desktop berbeda. 

Periksa apakah tata letaknya berantakan, teks terlalu kecil, alias tombol susah ditekan.

Google Mobile-Friendly Test juga bisa membantu.

4. Minta Feedback

Kadang-kadang, Anda tidak menyadari masalah lantaran sudah terlalu terbiasa dengan websitemu. 

Minta teman, kolega, apalagi pengguna tepercaya untuk menjelajahi websitemu dan memberikan masukan jujur mengenai pengalaman mereka.

5. Lakukan Audit SEO Dasar

Periksa elemen-elemen krusial SEO:

  • Apakah setiap laman punya title tag dan meta description nan relevan?
  • Apakah Anda menggunakan heading (H1, H2, H3) dengan betul untuk struktur konten?
  • Apakah gambar mempunyai alt text deskriptif?
  • Apakah ada broken link?
  • Gunakan perintah site:namadomainmu.com di Google untuk memandang laman mana saja nan sudah terindeks.

6. Periksa Fungsionalitas Navigasi

Coba bertindak seolah-olah Anda adalah visitor websitemu: 

Cari laman kontak, temukan produk/layanan tertentu, dan membaca blog.

Apakah semua menu dan link berfungsi? 

Apakah alurnya logis dan mudah?

7. Review Kualitas Konten

Baca kembali artikel, penjelasan produk, alias laman informatif di websitemu.

Apakah informasinya tetap jeli dan up-to-date

Apakah ada kesalahan pelafalan alias tata bahasa? 

Apakah style bahasanya sesuai sasaran audiensmu?

Review semua aspek dalam konten agar dapat memberikan pengalaman membaca nan baik, informatif, dan bebas dari kesalahan bagi visitor websitemu.

8. Tes Semua Fitur Interaktif

Kalau websitemu punya blangko kontak, kolom komentar, fitur pencarian, alias proses checkout, ujilah secara berkala untuk memastikan semuanya bekerja sebagaimana mestinya.

Kesimpulan

Setelah mengetahui kesalahan dalam membikin website, saatnya mengevaluasi kembali websitemu dan menerapkan perbaikan nan diperlukan.

Membuat website bukan proyek sekali jadi. Banyak elemen-elemen krusial nan kudu Anda perhatikan.

Dengan giat memeriksa dan memperbaiki potensi masalah menggunakan langkah nan tepat, Anda dapat membangun website nan mencapai tujuanmu.

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl