5 Rekomendasi CMS untuk Website Perpustakaan Terbaik

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Banyak perpustakaan konvensional beranjak ke platform digital untuk memudahkan akses koleksi, meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan, hingga menjangkau lebih banyak pengguna.

Kemudahan menjadi aspek utama kenapa banyak perihal konvensional, seperti jual-beli, hingga perbankan dan media.

Nah, dalam mewujudkan perpustakaan nan menawarkan kemudahan, salah satu kuncinya adalah pemilihan content management system (CMS) nan tepat. 

CMS bakal menjadi pondasi website perpustakaan Anda, nan dapat menentukan seberapa mudah pengelolaan konten, seberapa menarik tampilannya, dan seberapa efisien fitur-fiturnya.

Yuk, temukan rekomendasi CMS untuk website perpustakaan melalui tulisan ini!

Apa Itu CMS Website Perpustakaan?

Content management system alias CMS adalah sebuah perangkat lunak nan dirancang unik untuk membuat, mengelola, dan memperbarui konten pada sebuah website.

Berkat keberadaan CMS, semua orang dapat mengelola situs apa saja, termasuk perpustakaan daring tanpa perlu menguasai keahlian coding.

Sebab, CMS memang didesain untuk memfokuskan pengguna untuk mengelola konten di dalam website.

Selain untuk website perpustakaan, sebenarnya CMS juga banyak dipakai oleh beragam jenis website, termasuk blog, toko online, hingga portal berita. 

Dalam perihal ini, ada beberapa CMS nan sangat populer, mulai dari Shopify nan biasa digunakan untuk toko online dan WordPress nan terkenal lantaran bisa digunakan untuk banyak jenis website.

Mengapa Perpustakaan Online Perlu Pakai CMS?

Penggunaan content management system sebenarnya tidaklah wajib. Jadi, Anda bisa saja membangun perpustakaan digital tanpa menggunakan CMS. Namun, ada beberapa argumen kenapa perpustakaan sebaiknya menggunakan CMS.

1. Mudah Digunakan 

CMS dirancang dengan antarmuka nan user-friendly, sehingga para pustakawan nan apalagi tidak mempunyai latar belakang IT pun dapat dengan mudah mengelola website, mulai dari penambahan katalog buku, hingga membikin program jasa publik.

2. Fleksibel

Selain untuk mengelola isi perpustakaan, CMS untuk website perpustakaan juga memungkinkan Anda untuk menyesuaikan tampilan dan fitur website sesuai dengan kebutuhan perpustakaan.

Beberapa CMS seperti WordPress dan Drupal apalagi mendukung ribuan tema untuk memaksimalkan kreasi nan diinginkan.

3. Efisien

Dengan CMS, Anda bisa mengerjakan banyak tugas, mulai dari pembuatan backup, pembaruan konten, dan pengelolaan pengguna secara otomatis.

Tugas-tugas nan sangat susah dilakukan andaikan dilakukan secara manual. Jadi, tidak ada argumen lain untuk tidak memakai CMS, ‘kan?

4. Keamanan

Dari segi keamanan, sebagian besar CMS modern dilengkapi dengan fitur keamanan nan kuat untuk melindungi website Anda dari serangan hacker.

Selain itu, lantaran ada nan berbasis komunitas, setiap orang dapat berkontribusi untuk memperbaiki bug yang ada dengan cepat.

Daftar CMS untuk Website Perpustakaan

Bagi perpustakaan digital, keberadaan CMS tentunya menjadi sebuah angin segar lantaran menawarkan beragam kelebihan. 

Untuk merasakan kelebihan tersebut, berikut adalah beberapa rekomendasi CMS untuk website perpustakaan nan bisa Anda coba.

1. WordPress

CMS pertama nan diulas pada tulisan ini adalah WordPress. Sebelumnya, kami telah menyebut bahwa WordPress merupakan salah satu CMS nan kerap jadi pilihan utama lantaran fleksibilitasnya untuk dijadikan platform beragam jenis website.

Bahkan, WordPress menjadi CMS nan paling banyak digunakan di seluruh dunia, sebanyak 62.6% per September 2024, mengutip info dari W3Techs.

Karena fleksibilitasnya inilah, WordPress juga bisa digunakan sebagai platform perpustakaan digital.

Yang menarik dari WordPress, Anda hanya perlu menambahkan plugin tambahan untuk memaksimalkan fungsi-fungsi tertentu.

Nah, jika untuk perpustakaan digital, Anda bisa memasang plugin WordPress berjulukan Web Librarian.

Untuk desainnya, WordPress mendukung ribuan templat nan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. 

2. Drupal

Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Drupal, sebuah CMS berbasis PHP nan juga dapat digunakan untuk beragam jenis website.

Meski pamornya belum skuat WordPress, tetapi Drupal terus melakukan perkembangan dari segi support tema, perbaikan bug, dan peningkatan performa.

Dikutip dari situs resminya, Drupal sekarang telah mendukung lebih dari 3161 tema. CMS nan satu ini bisa membantu Anda untuk menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan spesifik perpustakaan.

Misalnya, Anda dapat menambahkan modul-modul tambahan untuk fitur-fitur seperti katalog buku, pencarian lanjutan, sistem peminjaman, dan integrasi dengan sistem lain.

3. SLiMS

Rekomendasi CMS untuk website perpustakaan nan ketiga berjulukan SLiMS, nan merupakan akronim dari Senayan Library Management System.

Dikutip dari laman resmi Kemendikbud, SLiMS adalah sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (open source) berbasis web nan pertama kali dikembangkan dan digunakan oleh Perpustakaan Kemendikbud-Ristek. 

Aplikasi ini digunakan untuk pengelolaan koleksi tercetak dan terekam nan ada di perpustakaan.

Tertarik mencoba SLiMS? Ketuk tautan berikut ini untuk mengunduhnya dari situs Kemendikbud.

4. Joomla

Joomla merupakan sebuah platform CMS nan juga mempunyai keahlian seperti Drupal dan WordPress.

Pasalnya, Anda sebenarnya bisa membikin pelbagai jenis situs dengan CMS nan satu ini. Nah, sebagai CMS, Joomla juga mendukung instalasi plugin untuk mengaktifkan fitur tambahan.

Khusus untuk perpustakaan online, ada beberapa plugin Joomla nan bisa dipasang, seperti Alexandria Book Library dan ARI Smart Book.

Sejauh ini, telah ada lebih dari dua juta situs nan menggunakan Joomla. Tertarik mencobanya?

5. Koha

Koha adalah sebuah sistem manajemen perpustakaan terpadu (Integrated Library System alias ILS) nan berkarakter open-source dan sangat terkenal di kalangan perpustakaan di seluruh dunia. 

Dibandingkan WordPress, Drupal, dan Joomla, platform ini memang secara unik dirancang untuk kebutuhan perpustakaan online.

Karena itu, Koha telah banyak dipakai oleh perpustakaan mini hingga perpustakaan besar di seluruh dunia.

Salah satu kelebihan Koha adalah fiturnya nan sangat komplit dan fleksibel. Cek fitur selengkapnya di sini, yuk!

Nah, itulah tadi kelima rekomendasi CMS untuk website perpustakaan nan bisa Anda coba. 

Semoga info ini membantu Anda menemukan rekomendasi nan tepat. Selamat mencoba!

Selengkapnya
Sumber Bikin Website Wordpres
Bikin Website Wordpres