7 Penyebab Web Kena Malware & Cara Mengatasinya!

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Websitemu tiba-tiba melangkah lambat, menampilkan iklan aneh, alias masuk daftar hitam Google? 

Mungkinkah itu tanda serangan malware, dan tahukah Anda apa saja penyebab web kena malware?

Sekilas Mengenai Apa Itu Malware

Malware (malicious software) adalah julukan umum untuk segala jenis program alias kode komputer nan sengaja dirancang untuk tujuan jahat, seperti:

  • Menyusup ke sistem tanpa izin;
  • Merusak info alias kegunaan sistem;
  • Mencuri info sensitif, seperti info login alias perincian pelanggan;
  • Mengambil alih kontrol sistem alias website;
  • Menampilkan iklan nan tidak diinginkan alias mengarahkan visitor ke situs berbahaya.

Jenisnya beragam, mulai dari trojan, ransomware, spyware, hingga skrip jahat berisi konten spam alias link berbahaya.

Apa Dampak Negatif Web Kena Malware?

1. Reputasi Hancur 

Ini akibat nan paling susah dipulihkan. 

Kalau visitor mendapati websitemu aneh, mengarahkan ke situs berbahaya, alias browser menandainya sebagai tidak aman, kepercayaan mereka bakal lenyap seketika. 

Mereka kemungkinan besar tidak bakal kembali.

Mesin pencari seperti Google sangat peduli dengan keamanan pengguna. 

Situs nan terdeteksi mengandung malware bakal diberi penalti berat, peringkatnya anjlok, apalagi dihapus dari hasil pencarian (deindex). 

Artinya, websitemu bakal kehilangan trafik organik.

3. Masuk Daftar Hitam (Blacklist)

Google Safe Browse, penyedia antivirus, apalagi penyedia hosting bisa memasukkan websitemu ke daftar hitam. 

Akibatnya, visitor bakal memandang layar peringatan saat mencoba mengakses situsmu, alias aksesnya diblokir total.

4. Pencurian alias Kehilangan Data

Malware dirancang untuk mencuri data. 

Bisa info login admin websitemu, info pribadi pengguna, alias info upaya rahasia.

Malware juga bisa merusak alias menghapus file dan database.

5. Gangguan Fungsi dan Performa Website

Websitemu bisa menjadi sangat lambat, sering mengalami error, fiturnya tidak berfungsi, alias apalagi tidak bisa diakses sama sekali. 

Bila terjadi, ini jelas memberikan pengalaman jelek bagi pengunjung.

Apa Saja Penyebab Web Kena Malware?

1. Perangkat Lunak (CMS, Tema, Plugin) Kedaluwarsa 

Ini adalah penyebab nomor satu! 

Kalau Anda menggunakan Content Management System (CMS) seperti WordPress, Joomla, alias Drupal, beserta tema dan pluginnya, jenis nan sudah usang kemungkinan besar mempunyai lubang keamanan. 

Peretas secara aktif mencari situs nan belum diperbarui untuk diserang.

2. Kredensial Login nan Lemah alias Bocor

Penyebab selanjutnya adalah menggunakan kata sandi nan mudah ditebak untuk akun admin, FTP, cPanel, alias database.

Peretas sangat menyukai jenis kata sandi seperti ini lantaran mudah dibobol.

Selain itu, jika passwordmu bocor akibat phishing alias data breach di jasa lain dan Anda menggunakan kata sandi nan sama, websitemu juga berisiko.

3. Penggunaan Tema alias Plugin Bajakan

Masih banyak pemilik website nan memilih untuk mengunduh dan memasang tema alias plugin premium dari sumber tidak resmi demi menghemat biaya.

Padahal, tindakan ini sangat berisiko.

Sebab, banyak plugin/tema bajakan sudah sengaja disisipi backdoor alias malware oleh pihak nan menyebarkannya.

4. Keamanan Server Hosting nan Kurang Memadai

Meskipun jarang, kadang masalah keamanan bisa berasal dari sisi penyedia hosting, terutama shared hosting dengan tingkat keamanan rendah. 

Konfigurasi server jelek alias adanya situs lain dalam satu server nan terinfeksi bisa merembet ke websitemu.

5. Minimnya Perlindungan Halaman Login

Anggap laman login admin sebagai pintu utama menuju seluruh kontrol websitemu. 

Jika pintu ini sukses dibobol—misalnya lantaran tidak ada sistem pertahanan terhadap upaya menebak kata sandi secara paksa alias tidak menggunakan Two-Factor Authentication (2FA)—maka peretas bisa mendapatkan akses penuh.

Akses ini memungkinkan mereka merusak situs, mencuri data, alias menyisipkan malware.

6. Serangan Phishing

Pemilik website bisa menjadi sasaran phishing

Ini adalah upaya penipuan melalui email, pesan, alias situs tiruan nan dirancang untuk mencuri kredensial login. 

Jika berhasil, peretas mendapatkan akses penuh ke website.

7. Konfigurasi Hak Akses (Permissions) File nan Salah

Setiap file dan berkas di server hosting mempunyai izin akses, ialah siapa nan boleh membaca, menulis, alias mengeksekusi. 

Kalau izin ini diatur terlalu longgar, siapapun bisa dengan mudah mengunggah alias memodifikasi file, termasuk menyisipkan skrip berbahaya.

Cara Ampuh Mengatasi Web Kena Malware!

1. Segera Isolasi dan Identifikasi!

Jika memungkinkan, segera pasang mode maintenance agar visitor tidak mengakses situs nan terinfeksi.

Kemudian, beri tahu penyedia hosting tentang aktivitas mencurigakan nan berpotensi malware. Mereka bisa membantu alias memberikan saran awal.

Selain itu, gunakan plugin keamanan alias scanner online untuk mengonfirmasi jangkitan dan jenis malwarenya.

2. Buat Backup

Sebelum melakukan perubahan apa pun, buat backup komplit dari seluruh file dan database websitemu dalam kondisi terinfeksi.

Simpan backup ini di tempat kondusif dan beri label nan jelas, contoh “BACKUP_SITUS_TERINFEKSI_TANGGAL”. 

Hal ini sangat krusial untuk kajian forensik digital alias jika terjadi kesalahan saat pembersihan.

3. Lakukan Proses Pembersihan

Gunakan fitur pembersihan plugin keamanan untuk menghapus file alias kode rawan secara otomatis. Rata-rata ini fitur ini premium/berbayar.

Atau, Anda juga bisa melakukan pembersihan manual. 

Caranya, periksa file-file inti CMS dan bandingkan dengan jenis asli. Cari file alias kode mencurigakan. 

Periksa database dari injeksi spam alias pengguna tak dikenal, dan hapus backdoor. Namun, hati-hati, salah hapus bisa merusak situs.

Kalau tidak percaya alias jangkitan terlalu parah, langkah paling kondusif dan efektif adalah menggunakan jasa mahir pembersihan malware website.

4. Perbarui dan Amankan Titik Masuk

Setelah website bersih, segera tukar semua kata sandi: login admin, akun FTP, akun cPanel/hosting, password database, dan akun email terkait. 

Gunakan password nan kuat dan unik.

Pastikan CMS, semua tema, dan semua plugin diperbarui ke jenis paling mutakhir.

Jangan lupa hapus tema dan plugin nan tidak aktif alias tidak Anda gunakan lagi.

Pastikan kewenangan akses file dan berkas di server sudah benar, tidak terlalu longgar.

5. Minta Hapus dari Blacklist

Jika websitemu terlanjut ditandai tidak kondusif oleh Google alias jasa lain, setelah Anda percaya 100% bersih, ajukan permintaan peninjauan ulang. 

Untuk Google, lakukan ini melalui Google Search Console pada menu “Security Issues”.

6. Terapkan Langkah Pencegahan

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan?

Sebab itu, pasang plugin keamanan & firewall terpercaya dan aktifkan fitur-fitur utamanya.

Atur agenda backup otomatis (harian alias mingguan) dan simpan di letak terpisah.

Jangan lupa instal sertifikat SSL terpercaya sebagai keamanan dasar.

Selalu gunakan password kuat & unik, aktifkan 2FA, hati-hati terhadap phishing, dan perbarui software tepat waktu.

Beli SSL di GudangSSL, dan Amankan Website Anda!

Setelah mengetahui penyebab web kena malware, yuk perkuat lagi keamanan websitemu dari sekarang!

Pastikan Anda sudah menginstal sertifikat SSL sebagai perlindungan utama guna mengamankan hubungan dan melindungi pertukaran informasi.

Nah, untuk mendapatkan sertifikat SSL terbaik dan termurah, Anda bisa mengandalkan GudangSSL!

GudangSSL adalah penyedia SSL Certificate terpercaya di Indonesia nan menawarkan beragam jenis SSL dengan nilai 30% lebih murah dari Certificate Authority (CA)!

Beberapa SSL dari GudangSSL di antaranya Sectigo, GeoTrust, Thawte, Globalsign, dan banyak lagi!

Bingung langkah instalasinya? Tenang saja! 

Tim support kami siap membantumu 24/7 melalui live chat, email, dan telepon.

HUBUNGI KAMI SEKARANG!

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl