Tahukah Anda, Google sudah menggunakan sertifikat SSL sebagai salah satu aspek ranking pencarian sejak 2014, lho!
Artinya, website dengan SSL (HTTPS) mempunyai kesempatan lebih besar untuk mendapatkan ranking lebih tinggi di hasil pencarian Google dibandingkan website tanpa SSL (HTTP).
Masih belum familiar dengan SSL dan gimana langkah meningkatkan ranking website dengan sertifikat SSL?
Mari simak pembahasannya, yuk, GudPeople!
Apa Itu Sertifikat SSL?
SSL (Secure Socker Layer) adalah sertifikat digital nan mengautentikasi identitas website dan menggunakan hubungan terenkripsi.
SSL mengenkripsi info nan dikirim antara browser dan server website. Tujuannya agar info sensitif, seperti password, nomor kartu kredit, dan info pribadi lainnya tetap kondusif dan tidak bisa dicuri oleh pihak ketiga.
Cara kerjanya begini:
Saat mengunjungi website dengan SSL, browser bakal meminta server web untuk mengidentifikasi dirinya.
Selanjutnya, server web mengirimkan sertifikat SSL ke browser. Sertifikat ini berisi info tentang identitas website dan private key.
Browser bakal memverifikasi keaslian sertifikat SSL.
Setelah sertifikat diverifikasi, browser dan server bakal membikin hubungan terenkripsi nan aman.
Terakhir, info nan dikirim antara browser dan server bakal dienkripsi, agar tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga.
Paham, kan?
Manfaat Sertifikat SSL untuk SEO
Sertifikat SSL tidak hanya berfaedah untuk mengamankan website, tetapi juga berpengaruh untuk ranking pencarian alias SEO (Search Engine Optimization).
1. Sebagai aspek pemeringkatan
Seperti nan kita tahu, SEO berangkaian dengan ranking website di mesin pencari—seperti Google.
Nah, pada 2014, algoritma Google mulai menggunakan HTTPS—yang dihasilkan oleh SSL— sebagai salah satu aspek peringkat.
Google mau menyediakan situs nan kondusif agar pengalaman pengguna mencari info semakin baik.
Dampaknya, website dengan SSL (HTTPS) peringkatnya di atas website tanpa SSL (HTTP).
2. Menghindari pesan “Not Secure”
Pada 2018, browser Chrome milik Google mulai menandai “Not Secure” alias “Not Private” untuk setiap website HTTP.
Langkah ini pun diikuti oleh browser-browser lainnya.
Tampilan Your Connection is Not Private. Sumber: aioseo.comTampilan peringatan ini memang cukup mengerikan, membikin visitor bisa-bisa kabur, tidak jadi berjamu ke website Anda.
3. Meningkatkan kecepatan website
Sebenarnya, kami sudah membahas kaitan antara SSL dan kecepatan website di tulisan terpisah. Anda bisa membaca itu jika mau info nan lebih lengkap.
Namun, secara singkat, website dengan SSL mempunyai waktu muat nan lebih sigap dibandingkan tanpa SSL.
Sebab, pemeriksaan keamanannya jauh lebih sigap lantaran ada SSL.
Sebuah pengetesan oleh AIOSEO di bawah ini menunjukkan website HTTP memerlukan waktu 6 detik untuk memuat, sementara HTTPS hanya butuh separuh detik.
Sumber: aioseo.comLalu, apa hubungannya dengan SEO?
SEO juga menggunakan kecepatan website sebagai salah satu aspek peringkat.
Oleh karena itu, setiap detik sangat berpengaruh untuk SEO. Plus, kecepatan website juga memengaruhi tingkat konversi/penjualan.
Menurut penelitian Google/Soasta, setiap penundaan 1 detik dalam pemuatan laman website, konversi dapat menurun sebanyak 20% .
4. Meningkatkan keamanan dan kepercayaan pengunjung
Jika mau orang nan berjamu ke website Anda melakukan pembelian, maka buat mereka percaya dulu.
Apalagi pembelian melalui website pasti menggunakan transaksi online. Jenis transaksi ini mengumpulkan info pribadi, seperti nama, alamat, dan nomor rekening.
Maka dari itu, website Anda kudu aman, salah satu caranya menggunakan sertifikat SSL dan beranjak ke HTTPS.
Pengaruh SSL terhadap Algoritma Pencarian
Seperti nan sudah kita telaah sebelumnya, Google–dan mesin pencari lainnya— sudah menggunakan SSL sebagai sinyal ranking di hasil pencarian.
Setelah beranjak ke HTTPS, Cloudtec apalagi mengalami peningkatan jumlah laman web nan menduduki 10 ranking teratas di hasil pencarian, nyaris 2 kali lipat dari sebelumnya.
Sumber: cloudtec.chMelansir dari Ubersuggest Blog, Brian Dean dari Backlinkio pernah menganalisis 1 juta hasil pencarian di Google.
Hasilnya, dia menemukan bahwa HTTPS berpengaruh cukup besar terhadap ranking pencarian nan lebih tinggi di laman pertama Google.
Sumber:Sementara menurut kajian MOZ tahun 2015 terhadap 17.600 hasil pencarian dari Google, hubungan HTTPS dengan pemeringkatan tidak begitu tinggi, tetapi tetap jadi salah satu aspek nan kudu diperhatikan.
Sumber: neilpatel.comDari sini bisa kita simpulkan bahwa SSL berpengaruh positif terhadap algoritma pencarian, meski tidak begitu signifikan.
Jika Anda baru mau membikin website baru, sebaiknya langsung gunakan SSL saja sedari awal, agar website langsung dianggap kondusif oleh mesin pencari dan pengunjung, serta mendapatkan untung dalam perihal peringkat.
Step-by-Step Mengimplementasikan SSL untuk SEO
1. Beli sertifikat SSL sesuai kebutuhan website dari penyedia terpercaya
Ada tiga jenis sertifikat SSL nan bisa Anda pertimbangkan sesuai kebutuhan website:
| Jenis Sertifikat | Validasi | Fitur | Cocok untuk |
| Domain Validation (DV) | ✅ Kepemilikan domain |
|
|
| Organization Validation (OV) | ✅ Kepemilikan domain
✅ Identitas organisasi |
|
|
| Extended Validation (EV) | ✅ Kepemilikan domain
✅ Identitas organisasi (tingkat lanjut) |
|
|
Setelah memilih jenis sertifikat, Anda juga kudu memilih brand penyedia sertifikat SSL (Certificate Authority/CA), seperti Sectigo, Globalsign, Thawte, RapidSSL, dan lainnya.
Kabar baiknya, GudangSSL menyediakan pilihan produk SSL dari brand ternama dan terkemuka, plus sesuai jenis pengesahan dan jumlah domain Anda, lho!
Harga SSL di GudangSSL apalagi 30% lebih murah dibandingkan dari CA (Certificate Authority)! Seperti Sectigo PositiveSSL nan bisa dibeli mulai Rp180.000 per tahun!
Kami juga menjamin kualitas sertifikat SSL nan Anda beli! Ada GARANSI 15 HARI setelah SSL aktif.
Plus, tim support kami juga siap sedia 24/7 mengatasi masalah SSL Anda!
BELI SSL DI GUDANG SSL!
Setelah membeli sertifikat SSL nan tepat, install di website Anda. Kami sudah membahas cara menginstall SSL di CPanel, Apache, dan Nginx.
Namun, jika tetap bingung, GudangSSL juga menyediakan jasa instalasi SSL secara remote dan kunjungan langsung, lho!
2. Perbarui semua link ke HTTPS dan atur redirect 301
Jika website Anda sebelumnya menggunakan HTTP, maka setelah memasang sertifikat SSL, Anda kudu mengatur pengalihan (redirect) 301 dari semua laman HTTP lama ke laman HTTPS.
Mengapa harus?
Sebab, mesin pencari bakal mengenali jenis HTTP dan HTTPS dari laman nan sama sebagai konten duplikat. Nah, redirect 301 bakal mengarahkan mesin pencari dan visitor ke jenis HTTPS nan benar.
Selain itu, visitor bakal secara otomatis diarahkan ke jenis HTTPS nan kondusif tanpa kudu mengetikkan https:// secara manual.
Lalu, gimana caranya?
Ada tiga langkah berbeda untuk melakukan redirect 301:
- Melalui file .htaccess: Jika website menggunakan server Apache, tambahkan kode redirect 301 di file .htaccess.
- Melalui plugin: Jika website menggunakan platform seperti WordPress, Anda bisa menggunakan plugin, seperti Rank Math, Yoast SEO, dan Simple 301 Redirects.
- Melalui pengaturan hosting: Beberapa penyedia hosting menyediakan fitur untuk mengatur redirect 301 di CPanel hosting. Caranya, cari dan klik menu “Redirects”. Pilih “Permanent (301)”. Masukkan URL lama dan URL baru. Klik “Add”.
3. Perbarui sitemap dan robots.txt
Tak kalah penting, Anda juga kudu memperbarui sitemap dan robots.txt dari nan tadinya mencantumkan URL dengan protokol HTTP menjadi HTTPS.
Ini agar mesin pencari tahu bahwa website jenis HTTPS adalah jenis utama website Anda.
Cara memperbarui sitemap:
- Buat sitemap baru nan mencantumkan semua URL dengan protokol HTTPS. Gunakan support Yoast SEO, Rank Math, alias XML Sitemap Generator untuk membikin sitemap baru.
- Submit ke Google Search Console agar Google segera mengindeks jenis HTTPS website Anda.
Cara memperbarui robots.txt:
- Akses file robots.txt website Anda, biasanya terletak di root directory.
- Ubah URL sitemap di robots.txt agar mengarah ke sitemap HTTPS nan baru.
- Gunakan tools online seperti robots.txt tester untuk memastikan robots.txt Anda sah dan tidak memblokir laman penting.
4. Periksa kesalahan SSL
Setelah mengimplementasikan SSL, periksa dan pastikan tidak ada kesalahan alias masalah muncul.
Sebab, adanya kesalahan SSL menyebabkan peringatan keamanan di browser, menurunkan kepercayaan pengunjung, dan memengaruhi ranking SEO website.
Cara memeriksa kesalahan SSL:
- Kunjungi website SSL Labs dan masukkan domain Anda.
- SSL Labs bakal melakukan kajian konfigurasi SSL website dan memberikan penilaian, serta info perincian tentang potensi masalah.
- SSL Labs memberikan rating dari A+ hingga F. Usahakan untuk mendapatkan rating A alias A+ untuk memastikan konfigurasi SSL Anda optimal.

Beberapa jenis kesalahan SSL nan umum terjadi, yakni:
- Sertifikat tidak valid: Sertifikat SSL kedaluwarsa, tidak dikeluarkan oleh CA terpercaya, alias tidak cocok dengan nama domain.
- Mixed content: Beberapa komponen di website dimuat melalui HTTP, sementara nan lain dimuat melalui HTTPS.
- Cipher suites nan lemah: Server menggunakan algoritma enkripsi nan lemah alias rentan.
- Protokol tidak aman: Server menggunakan protokol SSL/TLS jenis lama nan tidak aman.
Jika menemukan kesalahan-kesalahan ini, segera perbaiki konfigurasi SSL website Anda, ya. Coba hubungi penyedia SSL Anda untuk mendapatkan bantuan.
Kesalahan Umum nan Harus Dihindari
Saat memasang sertifikat SSL, terutama untuk SEO, ada beberapa kesalahan umum nan sebaiknya Anda hindari, seperti:
1. Mengabaikan mixed content
Mixed content artinya ada beberapa komponen di website, seperti gambar, script, alias stylesheet, tetap dimuat melalui HTTP.
Akibatnya, browser menampilkan peringatan “Not Secure” di website Anda, meskipun sudah mempunyai SSL.
Jadi, pastikan semua komponen di website sudah dimuat melalui HTTPS.
Cara mudahnya, jika Anda menggunakan WordPress, gunakan plugin Really Simple SSL.
Ada fitur “Mixed Content Fixer” di plugin Really Simple SSL nan bakal secara otomatis mendeteksi dan memperbaiki mixed content di website Anda.
2. Tidak mengatur redirect 301
Jika tidak mengatur redirect 301 dari laman HTTP lama ke laman HTTPS, mesin pencari bakal menganggap kedua jenis tersebut sebagai konten duplikat.
Akibatnya, algoritma mesin pencari jadi bingung dan memengaruhi ranking website Anda.
3. Lupa memperbarui sitemap dan robots.txt
Akibatnya, mesin pencari kesulitan menemukan dan mengindeks semua laman di website Anda jika sitemap dan robots.txt belum diperbarui ke HTTPS.
4. Hanya menggunakan HTTPS di laman tertentu
Menggunakan HTTPS hanya laman tertentu, seperti laman login alias checkout, sebaiknya jangan dilakukan.
Sebab, website Anda jadi terlihat tidak konsisten dan membingungkan, baik untuk visitor maupun mesin pencari.
Beli SSL High-Quality nan Terjangkau di GudangSSL!
Sekarang, Anda sudah tahu langkah meningkatkan ranking website dengan sertifikat SSL, kan?
Saatnya beli sertifikat SSL berbobot untuk keamanan website Anda di GudangSSL!
GudangSSL adalah penyedia sertifikat SSL terlengkap dan terpercaya dengan harga 30% lebih murah dari CA!
Kami menyediakan beragam brand sertifikat SSL, seperti Sectigo, RapidSSL, Globalsign, Geotrust, Certum, Symantec, Thawte, dan Alpha SSL.
Tidak tahu langkah menginstall? Tim mahir dari GudangSSL siap membantu proses instalasi SSL Anda!
Tak perlu cemas ada masalah, kami memberikan GARANSI 15 HARI setelah SSL aktif.
Plus, tim support 24/7 melalui live chat, support ticket, dan call center nan siap membantu masalah SSL Anda.
Yuk, beli SSL dari GudangSSL sekarang dan amankan website Anda!
HUBUNGI KAMI SEKARANG!
1 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·