Mengenal Apa itu Domain, Jenis, Cara Memilih & Tipsnya

Sedang Trending 2 tahun yang lalu

GudPeople pernah bertanya-tanya, apa itu “domain”?

Ketika Anda browsing di internet, seringkali Anda menemukan website dengan alamat nan dimulai dengan “https” diikuti oleh sebuah kata dan diakhiri dengan ekstensi.

Domain adalah nama website di Internet.

Tidak hanya mengetahui apa itu domain, Anda juga bakal mengerti kegunaan domain, langkah cek kesiapan dan juga jenis-jenisnya.

Yuk mari kita mulai!

Apa Itu Domain?

Domain adalah alamat unik nan menjadi identitas website di Internet.

Agar lebih mudah dimengerti, bayangkanlah website itu sebagai rumah.

Pengunjung, jika mau berjamu alias berjamu ke rumah Anda, tentunya memerlukan alamat. Kurang lebih seperti itulah domain.

Aslinya, internet adalah bumi nan cukup luas dan tiap komputer alias perangkat dapat melakukan hubungan terhadap perangkat nan lain.

Setiap perangkat mempunyai alamat IP sebagai identifikasi perangkat. Alamat IP ini berisi sederet angka.

Contohnya, 12.456.00.1

Bagaimana jika kita kudu mengingat IP alih-alih deretan huruf nan membentuk suatu kata?

Tentunya bakal susah bagi kita untuk mengingat deretan angka, ‘kan? Itulah gunanya nama domain.

Kita tidak kudu memasukkan sederet nomor pada address bar browser. Jadi, alih-alih menuliskan 12.456.00.1, Anda bakal memasukkan namadomain.com ke browser.

Bagaimana Cara Kerja Domain?

Lalu gimana langkah kerja domain? sebelum akhirnya sebuah website ditampilkan ke layar browser Anda, ada proses keahlian sebuah domain.

Pertama-tama, Anda memasukkan nama domain ke browser, setelah menekan enter, maka browser bakal mengirim request ke DNS (Domain Name System).

Lalu, server-server ini saling berkomunikasi mencari name server nan berasosiasi dengan domain nan dimasukkan, lampau meneruskan requestnya ke name server tersebut.

Name server ini adalah database/server nan memuat info mengenai nama domain beserta alamat IPnya dan ini dikelola oleh provider hosting dimana website dibuat.

Jika website Anda berada di provider hosting berjulukan Stephost, maka nameservernya bakal seperti ini, ns1.stephost.com alias ns2.stephost.com.

Pada web server ada terinstal Apache alias Nginx. Setelah proses tersebut selesai, maka laman website bakal muncul di laman browser.

Apa Bedanya Domain dan Subdomain?

Bagi beberapa orang, domain dan subdomain adalah perihal nan sama saja. Namun, sebenarnya keduanya adalah perihal berbeda meski saling mengenai satu dengan nan lain.

Idenya adalah, domain merupakan nama utama nan dibuat oleh Anda, sedangkan subdomain adalah turunan dari domain utama.

Misalnya, perusahaan Anda berdomain jiwatravel.com. Lalu, Anda bisa mempunyai store.jiwatravel.com sebagai subdomain untuk berdagang merchandise.

Di kasus ini berarti, store merupakan subdomain dan jiwatravel adalah domain utama. Sedangkan .com disebut dengan Top Level Domain alias TLD.

Nah, TLD merupakan salah satu jenis dari nama domain. Selanjutnya bakal kami telaah lebih dalam lagi mengenai jenis-jenis domain.

Jenis-jenis Domain

Jenis-jenis domain ini biasanya dikenal sebagai domain extension alias ekstensi domain.

Ada banyak sekali pilihan ekstensi nan tergolong dalam suatu golongan nama domain, di antaranya.

  • Top-Level Domain alias TLD

TLD merupakan akronim dari Top Level Domain nan umumnya berisi ekstensi nan sangat umum digunakan oleh publik dengan beragam keperluan.

Contoh dari ekstensi TLD adalah .com, .net dan .org nan sangat terkenal dan banyak digunakan.

Ada juga ekstensi TLD nan kurang terkenal seperti .biz, .info, .club dan lainnya.

  • Country Code Top Level Domain alias ccTLD

Domain jenis ini adalah golongan domain nan menggunakan kode negara nan spesifik.

Contoh, .uk untuk Inggris , .us untuk Amerika, .id untuk Indonesia dan seterusnya.

Website nan menggunakan ekstensi ccTLD biasanya menargetkan websitenya ke audiens nan berdiam di negara tertentu.

Biasanya nan menggunakan ekstensi domain ini adalah lembaga alias organisasi khusus.

Misal, .museum nan dibuat unik untuk website personil Museum Domain Management Association alias .gov untuk pemerintahan Amerika.

Tips Memilih Nama Domain

Memilih nama domain mungkin dianggap perihal nan sepele, tapi sebenarnya, menyusun nama domain kudu dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Jika domain nan Anda miliki tidak diperpanjang pada tahun selanjutnya, maka bakal masuk ke fase expired domain alias kadaluarsa.

Ada tips untuk membikin nama domain nan bisa Anda ikuti, di antaranya:

  • Pikirkan kata-kata nan unik namun tetap menggambarkan brand Anda
  • Usahakan agar nama domain tetap singkat
  • Hindari penggunaan nomor dan simbol
  • Samakan dengan identitas nan digunakan di media sosial
  • Pilih ekstensi nan sesuai dengan jenis website alias blog Anda
  • Melindungi reputasi website dengan sertifikat SSL

Dengan mempunyai nama domain nan menarik, mudah diingat dan menjual, Anda bakal menjaring banyak pengunjung.

Untuk itu, kami menyarankan juga agar Anda memasang SSL agar website senantiasa kondusif dan rasa percaya visitor website juga bakal meningkat.

Cara Beli Domain

Untuk mempunyai domain nan diinginkan, rupanya GudPeople kudu melalui beberapa langkah terlebih dahulu.

Tapi jangan cemas lantaran kami juga bakal menjelaskan perincian mengenai langkah membeli domain sekaligus memastikan ketersediaannya.

Promo Domain .COM Hanya 79.000, Beli di Sini!

Nah, jadi sebelum Anda mulai bertransaksi, ada baiknya untuk cek nama domain sekaligus ekstensi nan diinginkan.

Dengan domain checker nan tersedia di Internet, Anda dapat memastikan bahwa domain nan diinginkan tersedia sekaligus dengan ekstensinya.

Cara menggunakan domain checker adalah cukup dengan memasukkan nama domain ke dalam search bar nan disediakan.

Jika sekalian memerlukan hosting, Anda bisa menggunakan domain checker nan disediakan oleh provider hosting nan dipercaya.

Setelah itu, Anda bisa langsung melakukan pembelian dengan langkah add to cart, login alias daftar akun, dan menyelesaikan proses pembayaran.

Mudah, bukan?

Bahaya Domain Hijacking

Domain hijacking adalah serangan di mana pihak nan tidak berkuasa mencuri alias mengalihkan kontrol atas domain milik orang lain.

Domain hijacking juga bisa disebut sebagai pencurian domain.

Sehingga Anda sebagai pemilik domain kehilangan kendali atas domain.

Pihak nan melakukan pencurian dapat mengubah pengaturan DNS, mengarahkan lampau lintas ke website nan tidak diinginkan, alias apalagi menjual domain tersebut kepada pihak lain.

Sehingga dapat menyebabkan kerugian dari segi materi dan non materi.

Untuk melindungi domain dari ancaman domain hijacking, krusial untuk menggunakan kata sandi nan kuat, mengaktifkan verifikasi dua faktor, mengunci domain, dan menggunakan WHOIS protection.

Apakah domain nan menggunakan ekstensi .com lebih rentan terhadap serangan siber?

Tidak benar, ekstensi domain tidak secara langsung mempengaruhi tingkat keamanan.

Keamanan domain tergantung pada praktik keamanan nan sudah dilakukan oleh pemilik domain.

Penutup

Kini Anda sudah mengerti mengenai apa itu domain.

Selain itu, Anda juga mengerti beragam ekstensi domain, kegunaan tiap ekstensi dan apalagi mengetahui tips gimana langkah membikin nama domain.

Jika Anda sudah dapat membikin nama domain, maka selanjutnya adalah melakukan transaksi pembelian.

Dengan begitu, Anda siap untuk meng-onlinekan website dengan segera.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Selengkapnya
Sumber Tips Trik Gudangssl
Tips Trik Gudangssl