URL adalah komponen nan sangat krusial pada internet untuk mengidentifikasi ‘lokasi’.
Tak hanya membuka website, URL bisa dipakai untuk mengunduh gambar, video, aplikasi, dan file jenis lain nan tersimpan pada server.
Nah, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan URL ini, lantaran setiap melakukan browsing pasti Anda kudu memasukkan URL tertentu agar dapat menuju ‘lokasi’ nan Anda tuju.
URL merupakan singkatan dari uniform resource locator, nan juga dikenal sebagai alamat sebuah website.
Namun, perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya istilah URL dan domain tidaklah sama, domain sendiri merupakan bagian dari URL.
Agar lebih jelas, silakan pahami tulisan berikut ini nan bakal membahas apa itu URL dan bedanya dengan domain, hingga langkah membikin URL.
Apa Itu URL?
URL adalah sebuah pengidentifikasi nan dipakai untuk menunjukkan letak spesifik sumber daya di internet.
Biasanya kolom URL terletak di bagian atas browser dan sering disebut juga dengan address bar.
Singkatnya, URL bakal membawa pengguna menuju sebuah website nan mau dituju dengan mengetikkan URL.
Namun, Anda perlu mengetahui kebenaran di kembali URL nan mungkin belum Anda ketahui berikut ini.
Agar jaringan komputer dan server dapat ‘berbicara’ alias saling terhubung, maka komputer tetap berjuntai pada sebuah protokol nan terdiri dari huruf dan nomor dan sekarang dikenal dengan IP address.
Semua perangkat nan terhubung ke internet pasti mempunyai IP address nan berbeda-beda, misalnya:
19.202.241.102 atau 71dc:619c:bee9:03e0:74b3:a813:1b7c:5511
Untuk melakukan pencarian, mengetikkan IP address memang menyulitkan lantaran kudu menghafalkan rangkaian nomor alias huruf acak, tentu ini kurang efektif.
Hal inilah nan membikin domain muncul untuk menyembunyikan IP address dan menggantinya dengan alamat domain nan mudah diingat.
Lagipula, domain merupakan bagian dari seperangkat URL, nan mana di dalam URL terdapat campuran antara domain dan beberapa perincian info agar menjadi sebuah alamat nan utuh.
Sehingga pengguna dapat diarahkan dengan spesifik ke sebuah laman nan disebut dengan web page (halaman web).
Saat ini, URL nan terlalu panjang bisa diperpendek dengan fitur shortlink URL.
Bagian-Bagian URL
Sering dikenal dengan alamat website, URL sebenarnya berbeda jika disejajarkan dengan domain.
Untuk lebih jelasnya, silakan simak contoh URL di bawah ini.
https://gudangssl.id/blog/url-adalah
- https adalah protokol untuk menentukan jenis server nan sedang digunakan untuk berkomunikasi. HTTPS adalah protokol nan lebih kondusif dibanding HTTP. Selain itu, ada beberapa protokol lain seperti FTP, TELNET, MAILTO, dan RDP.
- gudangssl adalah nama domain website
- id merupakan ekstensi domain ccTLD nan digunakan oleh pemilik website
- blog adalah sebuah sub direktori di nan mempunyai laman unik untuk blog berisi tulisan mengenai produk maupun tulisan lainnya.
- url-adalah ini merupakan file utama nan dituju oleh URL, jika Anda membuka URL di atas, maka Anda bakal ditujukan menuju tulisan ini.
Fungsi URL
Seperti nan sudah disinggung beberapa kali pada poin sebelumnya, bahwa URL berfaedah sebagai alamat komplit untuk menunjukkan sebuah letak nan spesifik.
Domain sendiri sebenarnya merujuk pada nama website saja, sedangkan URL lebih merujuk kepada laman website nan lebih spesifik.
Fungsi lain dari URL adalah mempermudah pengguna untuk mengakses sebuah website lantaran bakal langsung tertuju pada laman nan diinginkan.
Selain itu, URL juga berfaedah untuk menamai setiap arsip seperti video, gambar, dan lain-lain pada website
Cara Membuat URL
Banyak platform media sosial nan memungkinkan penggunanya untuk membikin URL sendiri, seperti Twitter, Instagram, TikTok, dan sebagainya.
Misalnya, Gudang SSL mempunyai akun media sosial Twitter nan bisa diakses dengan URL “twitter.com/gudangssl”.
Namun, URL ini bukanlah URL nan lengkap, lantaran hanya bagian unik milik profil pengguna media sosial.
Untuk membikin URL nan unik milik Anda sendiri, Anda bisa membikin blog pribadi dengan nama Anda dan menggunakan ekstensi domain com, id, dan lain-lain.
Nah, jika Anda membikin blog, nantinya protokol bawaannya adalah HTTP nan mana menggunakan port 80.
Sedangkan untuk HTTPS bakal menggunakan port 443 dan tentu sudah kondusif jika dibandingkan dengan HTTP.
Agar berubah menjadi HTTPS, Anda kudu memasang sertifikat SSL nan bisa Anda beli di Gudang SSL.
SSL bakal mengenkripsi semua info sensitif nan dikirimkan selama proses browsing berlangsung.
Jika sudah, nantinya URL Anda bakal menjadi seperti berikut ini tergantung ekstensi domain nan Anda gunakan.
https://namadomainanda.com atau https://namadomainanda.id
Anda juga bisa menambahkan URL andaikan blog tersebut sudah mempunyai postingan maupun kategori.
Misalnya, https://namadomainanda.com/tentang-saya adalah laman nan menjelaskan siapa Anda.
HTTPS Membuat URL Lebih Aman
HTTPS membikin URL lebih kondusif dengan menggunakan enkripsi info untuk melindungi info nan dikirim antara pengguna dan server.
HTTPS memastikan bahwa info nan dikirim melalui URL tidak dapat dibaca oleh pihak nan tidak sah.
Selain itu, HTTPS memverifikasi keaslian website dengan menggunakan sertifikat digital, sehingga pengguna terhubung ke website original nan aman.
HTTPS juga melindungi terhadap serangan man-in-the-middle dan membantu melindungi privasi pengguna dengan mengenkripsi info nan dikirim melalui URL.
Meskipun HTTPS penting, Anda perlu memperhatikan aspek keamanan lainnya seperti keamanan server dan platform nan digunakan.
Apakah URL nan pendek lebih aman?
Salah, panjang dan pendeknya URL tidak berangkaian dengan tingkat keamanannya.
Keamanan URL tergantung pada faktor-faktor lain seperti HTTPS, keamanan server, plugin keamanan dan lainnya.
URL adalah rangkaian unik nan berisi nama domain dan beberapa info spesifik lainnya nan berfaedah untuk mengarahkan pengguna ke letak (halaman web) nan lebih spesifik.
Jauh sebelum adanya istilah URL, dulu pengguna kudu mengetikkan IP address sebuah website ketika mau mengaskesnya.
Namun, lantaran alamat IP setiap website selalu random dan cukup susah jika dihafalkan, maka terciptalah domain nan lebih mudah diingat.
Domain inilah merupakan bagian dari URL nan ada saat ini dan berkedudukan sebagai alamat utama sebuah website, sedangkan URL merupakan tautan nan lebih spesifik pada sebuah website.
Sampai di sini, apakah Anda sudah mengetahui apa itu URL dan bedanya dengan domain?
Jika sudah, tidak ada salahnya jika Anda mempunyai URL milik Anda sendiri nan bisa Anda jadikan untuk promosi melalui website alias media sosial.
Namun, dalam membikin URL tidak perlu panjang agar mudah diingat dan menambah kesan unik.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera buat URL Anda sekarang.
2 tahun yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·